widgets

Sabtu, 31 Oktober 2015

10 SYARAT MENJADI PENGUSAHA SUKSES

         adapun syarat-syarat menjadi penusaha yang berhasil antra lain:
1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi

       Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

2. Semangat dan Kegigihan       Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.

3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis       Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

4. Berani Mengambil Resiko        Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

5. Kerja Keras       Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

      Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

        Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain

         Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan

         Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda

     Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.



sumber : http://wawansmansa-wawansmansa.blogspot.co.id/2012/02/10-syarat-menjadi-pengusaha-sukses.html

Senin, 12 Januari 2015

DESAIN BUSANA DAN TEORI

Teori Desain
            Teori Desain Kata ”desain” pertama dipopulerkan dengan bahasa inggris ialah design, yang artinya rancangan, rencana, dan mereka-reka rupa. Dari kata design timbullah kata desain yang berarti menciptakan, memikirkan dan merancang (Soekarno, 2005 :1), 


Desain dapat pula diartikan agar upaya atau aktifitas untuk pemecahan suatu permasalah yang dipadu oleh suatu sasaran yang ditetapkan (Bruce L.Archer 1968), dan desain dapat juga diartikan  merancang, menciptakan susunan garis-garis, warna, bidang, dan tektur serta memilih unsur-unsur tersebut yang kemudian digunakan untuk menggarap, mengelola, membentuk dan mewujudkan suatu bentuk ciptaan yang mengandung kaidah rasa nilai estetika dari wujud yang dimaksud tersebut (Affendi, 1976:5).

busana miss universe
Ilustrasi

busana kaftan
Ilustrasi desain

 Fungsi Busana
Busana memiliki nilai fungsi dan kegunaan maka ada beberapa hal yang melandasi akan teori yang menjelaskan tentang busana :
1.      Teori Melindungi Diri (Protection Theory)
Banyak alasan yang membuat seseorang untuk melindungi dirinya termasuk seseorang memiliki alasan dalam berbusana adalah untuk melindungi diri seseorang cuaca panas dan dingin.
2.      Teori Berhias (Decoration Theory)
Teori pada busana yang mengutamakan estetika adalah agar sipemakai terlihat menarik yang mana teori berhias ini juga untuk mempercantik seseorang ketika memakai busana atau membuat seseorang menarik perhatian lawan jenis atau yang memperhatikannya.Teori ini juga dapat dikatakan sebagai cara untuk melihat menaikkan status sosial seseorang.
3.      Teori Kesopanan (Modesty Theory)
Pada teori ini pendapat bahwa fungsi busana yang didasari akan nilai-nilai atau suatu teori kesopanan terdapat perbedaan dalam penerapan suatu teori kesopanan dalam berbusana yang diiringi beberapa faktor :
  1. Berbedanya nilai kesopanan disetiap kebudayaan
  2. Tergantung pada situasi dan kondisi masyarakat tersebut terhadap konsep kesopanan yang berbeda-beda sesuai dengan usia dan latar belakang kehidupan seseorang.
Klasifikasi Busana

Berdasarkan gender busana dibagi yaitu busana wanita dan pria, Busana merupakan hal yang penting dalam kehidupan oleh karena itu busana dapat digolongkan berdasarkan kegunaan sipemakai yang disesuaikan dengan keadaan, dan karakter penampilan yaitu :

1.      Ready To Wear


Adalah suatu jenis busana yang dapat dikenakan sesuai dengan fungsi dan kegunaannya (wearability), dan biasanya diproduksi secara massal atau terbatas dalam berbagai pilihan ukuran dan warna serta yang terpenting adalah ketahanan dan proses perawatan serta pemeliharaan busana yang tidak rumit.

2.      Artwear

Yaitu bentuk busana yang rancangannya lebih menonjolkan aspek estetika dibandingkan dengan fungsionalnya, ada beberapa jenis artwear yaitu avant garde dan radical wear. Artwear diproduksi secara manual dan dilakukan dengan pengerjaan tangan bukan mesin.

3.      High Fashion

Dalam bahasa Indonesia berarti adibusana yang mana proses produksinya dan pengerjaannya rumit, materialnya memiliki kualitas tinggi, perhatian dan perlakuan khusus terhadap aspek detail, jahitan busana serta ketepatan dengan bentuk tubuh dan ekslusif yang sangat terbatas, biasanya karakter busana ini anggun dan elegan namun aspek pemeliharaannya busana ini tergolong rumit dan harus hati-hati.



Prinsip-prinsip Desain Busana

1.      Pengulangan  (Repeat)

Pengulangan adalah sesuatu yang dibuat dengan berulang-ulang atau pemakaian lebih dari satu kali, dan hal yang sama disusun dalam posisi yang berbeda tetapi dengan bentuk yang sama.

2.      Proporsi (proportion)

Proporsi adalah keseimbangan antara garis,bentuk dan warna dalam peletakan.

3.      Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah sesuatu yang terbagi merata dan mengakibatkan terwujudnya keseimbangan atau kestabilan dalam penempatan.

4.      Irama (Rhythm)

Irama adalah suatu gerakan yang terorganisir, aspek ketebalan, jejak, keseimbangan pada garis dan aspek-aspek lainnya dan garis dengan sendirinya telah mengandung irama.

5.      Komposisi

Komposisi adalah Penyusunan unsur-unsur dalam suatu wadah (bidang atau ruang) dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan prinsip-prinsip rupa.

            Dalam perancangan, unsur-unsur desain biasanya dikaitkan dengan segala sesuatu bahan/material yang akan digunakan pada proses pembuatan  produk akhir. (Alberta H,”catatan perkuliahan”). Prinsif desain yang dipakai dan disesuaikan dengan kondisi desain tidaklah selalu harus dipakai semuanya dalam satu desain sebab akan menimbulkan kesan tumpang tindih karena desain yang baik adalah desain yang tepat dalam penempatan unsur-unsur didalam desainnya (Davis :1980,191-275).