Sepencil Hati Terluka
Karya : Maulida Qotrunnada
Siang menyambutku dengan tenang
Berharap waktu itu kan datang menerpang
Melihat lihat sebuah benda tak berpandang
Dengan lemah dan tak berdendang
Tetapi seketika…
Siang menerka bagai neraka
Hati yang gembira berubah menjadi kecewa
Sedih dan galau ibarat kehilangan arah
Yaa Tuhan…
Apa arti semua ini?
Engkau memberiku kenikmatan, lalu memberiku kesengsaraan
Sungguh hatiku terluka, terluka bagai tak bernyawa
Tetapi sejenak ku tersadar..
Bahwa didunia tak ada kesenangan slama
Melainkan keadilan semata
Karya : Maulida Qotrunnada
Wahai ayah dan ibu
Dengarlah rintihan
anakmu
Pimpinlah diriku ini
Dijalan penuh berduri
Betapa besar jasamu
Betapa murni kasih sayangmu terhadapku
Mendidik dan mengasuhku
hingga aku dewasa
Oh ayah…
Oh ibu…
Tak henti kuharapkan do’a mu
Mengalir disetiap nafasku
Mengalir disetiap darahku
Oh ayah dan ibu..
Indah bercanda denganmu
Sakit dan lelah tak kau
hiraukan
Demi diriku dan aku
Terbayang satu wajah,
penuh cinta, kasih dan kehangatan
Yallah izinkanlah aku berbakti untuknya
YaRobb izinkanlah aku bahagiakan dia
Allahummagh firli
waliwalidayya warhamhumma kamma robba yani soghiro
Kaulah cinta kasih ku :*
Menyimpan Rindu pada Rasul.
Karya : Maulida Qotrunnada .
Didalam hati kami, insyaAllah kami selalu
menyimpan nama mu YaRasul..
Didalam rasa rindu kami, kami selalu mengingatmu
dan tak lebih dari ingat kami kepada Allah swt.
Dan didalam rasa hening kami, kami memuji dirimu
walau hanya satu kata dan dalam waktu satu detik..
Sungguh, kami rindu kamu ..
Rindu pada-Mu YaRasul.., rindu yang tiada tara..
Kami ingin bertemu dengan-Mu YaRasul , walau hanya didalam mimpi..
Kami ingin melihat –Mu , walau hanya
sekedip mata..
Izinkan kami untuk meniru sifat dan akhlak mu
yang mulia ,
Izinkan kami YaRobb..
Tolong pertahankan lisan kami supaya bisa
menyebut nama-Mu dalam stiap perkataan kami..
Yaaaa Muhammad.. Kami ingin sepertimu yang
mempunya sifat fathonah ..
Kecerdasan mu membuat kami kagum..
Kesabaranmu slalu membuat hati ku tersimpung..
Rindu engkau yaa Rasul:’)
SENYUM MAHAKARYA-MU
Karya : Maulida Qotrunnada
Karya : Maulida Qotrunnada
Sebaris awan putih melintang
Di sisi lereng gunung
Berpadu nuansa hijau lembayung
Tersaji pesona alam membentang
Sejauh mata
memandang
Bertabur sejuta
warna, membius rasa..
Kupejamkan kedua mataku
Lagi…
Lagi…
Dan lagi
Setumpuk rasa damai
Mulai memasuki tubuhku
Dalam setiap aliran darahku
Sehangat senyum mentari terselimut kabut
Selaras…
Seirama…
Seiring angin sepoi membelai sukmaku
Takjub..
Takjub..aku takjub..
Sungguh besar Kuasa-Mu ya…Tuhan
Kau sajikan setitik pesona-Mu,
…
SATU HARI TAK TERLUPAKAN
Karya : Maulida Qotrunnada
Selaras embun yang berjatuhan
Sejauh hati merasakan
kedamaian
Kulihat cuaca membentangi
awan
Mengiringi perjalananku
dengan senyuman
Menyentuh sukmaku dengan keindahan
Beradu paras dengan kepermaian
Dan ingin rasanya aku menerjang kepastian
Tapi apa daya, tangan dan jiwa ku tak
dapat merasakan
I love you Bandung kota
periangan
Pemandanganmu laksana
harumnya durian
Kepermaianmu ibarat bidadari
turun dari negeri kayangan
Kesejukanmu laksana senyum
kehangatan
Dan tak ku sangka kau sangat
memberi kesan
Alangkah besar karunia-Mu ya Tuhan
Alangkah besar ciptaan-Mu ya Tuhan
Terimakasih ya Tuhan
Telah menciptakan Bandung yang amat
sangat berkesan
MALAM
KERINDUAN
Karya : Farhan Fauzan
Malam-malam yang indah saat
bersamamu, kini telah terhalang oleh waktu dan keadaan..
Tiada kata yang aku ucapkan selain
“Aku rindu kamu”
Teringat sekali dibayangku dan
dianganku senyum manismu yang membuat sejuk dalam hatiku
Andai engkau tau yarobb..
Kedatangan dia membuat bahagia jiwa
ku, dan seakan akan mentari pagi slalu mendukung ku untuk terus mencintai dia
dan merindukan dia.
Hai wanita tersayang, kamu tahu?
Mulut ini rasanya ingin selalu bilang
sayang setiap hari kepadamu, tapi aku takut kamu bosan dengan itu..
Dan ingin rasanya mulut ini mengucap
cinta setiap hari untuk mu, tapi ku takut kamu anggap biasa….
Sungguh YaRobb “Aku merindukan Dia
dan Aku sangat merindukan mu Wahai Wanita Tersayang”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar